Repack file iso linux BlankOn

Ketika pertama kali install iso linux BlankOn dikampung perasaan selalu ada yang kurang, entah paket-paketnya ataupun aplikasi bawaannya. Karena koneksi internet dikampung ‘ngos-ngosan’ bahkan luput sama sekali untuk mengupdate program yang telah terinstall di dalam komputer. Kalau tidak dioprek perasaan gatel.

Mungkin sekarang banyak software untuk update offline dengan cara download aplikasi pengunduh paket beserta dependensinya seperti keryx.

Setelah sekian lama mencari artikel tentang remastering linux terus dipraktekan ternyata rumit semua bagi saya, maklum newbie :P. Terakhir nemu juga keyword yang pas buat nyari remastering di mbah gugel tanpa disuguhi dengan sajian yang saya sering baca dan itu pun belum bisa.

Saya menyebutnya Repack iso kali ya karena cuma menambahkan paket dan mengupdatenya kebetulan bandwidth ke lokal ‘glondongan’ dikantor, hajar !!. Link saya buka sebagai panduan diantaranya blog om Eko Hadi (mudah-mudahan beliau sudi link blognya dicatut disini :D).

Coba-coba praktek pada Isonya BlankOn Rote.
Ternyata letak file iso ubuntu sama BlankOn Rote setelah diektrak beda banget, folder ubuntu lebih banyak dari BlankOn Rote. Begitupun dengan penamaan foldernya. Intinya sama saya mau mengedit file bernama filesystem.squashfs. Disini saya cuma menyesuaikan letak file folder dalam perintah yang digunakan, selebihnya sama.

Untuk finishing atau membuat folder yang diedit menjadi file iso menggunakan perintah grub-mkerescue, yang kata para maniak linux untuk boot yang memakai grub2. Kira-kira seperti ini perintahnya sudo grub-mkrescue -o {nama file iso baru}.iso /{direktory hasil edit}.

Pengalaman oprek-oprek dengan cara seperti ini bervariasi hasilnya
Ada yang langsung ke lingkungan desktop tanpa ada pertanyaan install atau live cd, ada juga yang mentok nanyain password 😛 jadi ga bisa lihat hasilnya seperti apa, lelah kalau yang ini. Tapi ada juga software yang kurang tapi berjalan lancar.

Paket-paket yang pernah dimasukin langsung diantaranya kde-plasma-desktop, kde-plasma-netbook, xfce4, wine, mscorefont-intsaler, flashplugin-nonfree, dan masih banyak lagi.

Setidaknya sekarang saya paham sedikit tentang file di linux dengan test errornya. Ini adalah rangkuman dari langkah-langkah yang saya gunakan setelah membaca blognya om Eko.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s